Desa Wisata Tenun Sambas

Kalimantan Barat Oleh

PDIP Kreatif

| 17/12/2020

Ciri dari tenun Sambas adalah motif pucuk rebung. Dan juga biasanya tenun Sambas memiliki warna putih di pinggir-pinggir kain tenunnya.

Di Kabupaten Sambas ada sebuah desa yang mengembangkan tenun Sambas. Desa ini sedang berusaha mewujudkan diri sebagai desa wisata tenun di Sambas, yaitu Desa Sumber Harapan yang berlokasi sekitar 40 menit dari pusat Kota Sambas. Di sini rata-rata penduduknya berprofesi sebagai penenun, selain bertani warga di sini juga menenun. 

Hasil dari tenunan warga tak hanya dijual dalam bentuk kain, mereka juga mengolah beragam karya dari kain tenun Sambas buatan mereka, seperti selendang, tas, dompet,kopiah, tanjak (pakaian Melayu untuk kepala), dan hiasan dinding.

Terkait harga, tenun buatan Desa Sumber Harapan dijual kisaran harga Rp 1,8 juta -Rp 2 juta.Harga dipatok berdasarkan motif, semakin sulit motifnya semakin mahal harganya.

Untuk penjualan hasil tenun, desa tenun ini masih pada lingkup warga lokal. Namun menariknya tenun mereka juga banyak dibeli oleh orang Malaysia dan Brunei.

Khususnya Brunei, permintaan tinggi karena mereka setiap kegiatan selalu menggunakan tenun sebagai pelengkap busana. Seperti di acara-acara formal disana.

Di Desa Wisata Tenun ini terdapat 300 orang penenun. Dalam sebulan desa ini dapat menghasilkan 900 kain. Jika dihitung-hitung omset yang diperoleh sekitar Rp 200 jutaan.

Ternyata tenun Sambas mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan tenun-tenun daerah lain.

Bila dihitung ada lebih 100 motif tenun di Sambas ini, setelah divariasikan. Ciri dari tenun Sambas adalah motif pucuk rebung. Dan juga biasanya tenun Sambas memiliki warna putih di pinggir-pinggir kain tenunnya.

Mengenai pengembangan dan pelestarian budaya tenun, cukup terkendala kesulitan, diantaranya karena kurangnya minat generasi muda. Untuk itu sebenarnya sudah ada upaya untuk menumbuhkan minat terhadap budaya tenun melalui buku-buku tenu yang didistribusikan ke sekolah-sekolah yang ada dan harapannya adalah agar sekolah menjadi cikal bakal dari pengembangan dan pelestarian budaya tenun khususnya di Desa Sumber Harapan.