Tari Zapin

Riau Oleh

Admin PDIP Kreatif

| 18/05/2019

Tari Zapin sejatinya mengandung nilai-nilai filosofi yang berkaitan erat dengan pola hidup masyarakat Melayu.


Karakteristik Budaya

Musik/alat Gambus, akordeon, rebana, gendang, gitar, dan marw

Lagu/nyanyian Lagu Gambus Palembang, Lancang Kuning

Pertunjukan dimainkan secara Kelompok , Sebanyak <10 Orang

Tari zapin adalah sebuah tari tradisional khas Riau yang dianggap sebagai buah akulturasi budaya Arab dan budaya Melayu di masa silam. Tarian ini merupakan tari berpasangan yang dipentaskan dalam beragam acara hiburan rakyat. Bukan hanya di Riau, tari zapin juga dikenal oleh sebagian masyarakat Melayu yang tersebar lintas pulau hingga lintas negara, seperti Kalimantan, Sumatera, Malaysia, Singapura, hingga Brunai Darussalam. Populernya tari zapin dalam komunitas masyarakat Melayu tidak lepas dari nilai hiburan dan estetika yang dimiliki setiap gerakannya.

Jika dirunut dari sejarahnya, tari zapin sebetulnya bermula dari sebuah tarian khusus bagi kalangan istana di kesultanan Yaman, Timur Tengah di masa silam. Nama zapin sendiri berasal dari kata "Zafn" yang dalam bahasa Arab berarti gerak cepat. Pada masa perdagangan lintas benua yakni sekitar awal abad 16, saudagar Arab membawa kesenian ini dan memperkenalkannya pada masyarakat di sekitar Selat Malaka. Tarian ini kemudian mulai mengalami akulturasi dengan budaya lokal melalui penyisipan nilai dan norma Melayu dalam setiap gerakannya.

Setiap gerakan tari zapin sejatinya mengandung nilai-nilai filosofis yang berkaitan erat dengan pola hidup masyarakat Melayu. Meski asalnya hanya merupakan tari hiburan semata, pada perkembangannya tarian ini juga menjadi ikon kemajuan budaya masyarakat Melayu Riau. Kentalnya pengajaran terlahir melalui adanya nilai-nilai pendidikan dan keagamaan yang sengaja disisipkan pada syair syair pengiring tarian ini.