Mustika Rasa DKI JAKARTA
Oleh

pdipkreatif

| 07/02/2019

Soekarno meninggalkan suatu warisan yakni buku resep masakan nusantara, Mustika Rasa.

Buku masak Mustika Rasa lebih tepat disebut kitab karena tebalnya 1123 halaman. Diterbitkan secara resmi oleh Departemen Pertanian pada tahun 1967. Gagasan buku masak yang dicetuskan oleh presiden Soekarno ini dalam waktu 7 tahun.

Waktu yang panjang diperlukan karena resep-resep dikumpulkan dari Sabang hingga Merauke. Metode yang digunakan dengan menelpon satu per satu pemilik resep atau dikirimi surat dan kartu pos.

Latar belakang pembuatan buku ini karena pada saat itu ada ancaman krisi pangan. Pemerintahpun mencanangkan diversifikasi, intersifikasi dan ekstensifikasi pangan. 

Buku yang berisi 1600 resep ini diawali dengan penjelasan tentang diversifikasi pangan. Memanfaatkan bahan-bahan pangan lokal menjadi alternatif pengganti beras dan sumber nutrisi alami.

Meskipun ada sedikit perbedaan pandangan namun kedua presiden ini punya tujuan yang sama. Ingin mewariskan tradisi kuliner Indonesia kepada masyarakat luas. Setidaknya mereka akan mampu mengilah makanan untuk keluarga.

Setelah Mustika Rasa tak ada lagi perhatian pemerintah yang sangat serius dan berkesinambungan soal kuliner Indonesia. Demikian juga terdapat produk pangan. Kekurangan pangan diatasi dengan impor pangan dan tidak dengan swasembada pangan seperti masa lalu.

Di dalam buku ini bisa didapat resep masakan berkuah, tidak berkuah, sayuran,, minuman hingga jajanan dari seluruh daerah Indonesia. Sampul muka buku ini berupa illustrasi tangan seorang ibu berkebaya merah sedang memasak memotong sayur dengan tungku dan ketupat bergantung di sisinya.