Pasar Terapung Muara Kuin SUMATERA BARAT
Oleh

pdipkreatif

| 18/12/2018

Berbagai dagangan, seperti sayur-mayur, buah-buahan, kue-kue tradisional, segala jenis ikan hingga sarapan pagi dijual di pasar terapung tertua di Indonesia ini.

Pasar Terapung Muara Kuin atau Pasar Terapung Sungai Barito adalah pasar terapung tradisional yang berada di atas perairan Barito di muara Sungai Kuin. Tepatnya berada di dua kelurahan yakni, Kelurahan Kuin Utara meliputi Muara Kuin dan Sungai Kuin. Berikutnya di kawasan Kelurahan Alalak Selatan, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Pasar Terapung Muara Kuin ini menjadi ikon Kota Banjarmasin. Para pedagang dan pembeli bertransaksi di atas sungai menggunakan jukung atau klotok, sebutan perahu dalam bahasa Banjar. Pedagangnya didominasi perempuan mengenakan tutup kepala atau tanggui. Mereka memulai aktivitas perdagangan sekira pukul 05.30 hingga 08.00 WITA. Berbagai dagangan, seperti sayur-mayur, buah-buahan, kue-kue tradisional, segala jenis ikan hingga sarapan pagi dijual di pasar terapung tertua di Indonesia ini.

Bubarnya pasar ditandai dengan para pedagang yang mengayuh perahu masing-masing meninggalkan lokasi pasar, pergi menyusuri anak-anak sungai untuk menawarkan dagangannya yang belum terjual kepada penduduk yang berumah di sepanjang bantaran sungai Barito. 

Para pedagang perempuan yang berperahu menjajakan hasil produksi sendiri atau menjualkan milik tetangga. Dahulu masih sering ditemui sistem barter, dalam bahasa Banjar disebut bapanduk. Namun seriring perkembangan pola tukar-menukar barang mulai ditinggalkan.

Masih di kota Banjarmasin, para pedagang Pasar Terapung Sungai Martapura tepian Jalan Piere Tendean, setiap hari Sabtu dan Minggu menawarkan wisata kuliner. Tersaji menu sayur Laksa, nasi kuning, lontong, Soto Banjar, Sup Banjar, serta penganan berupa serabi, puracit, kokolih, lupis, pais pisang, pais sagu, cincin, dan aneka rupa camilan lainnya.