Nditak Matah

Aceh, Oleh Admin PDIP Kreatif | 17/04/2019

Makanan ini terkenal di era 90 an, makanan ini berjenis makananan ringan atau biasa dikenal dengan kue, kue ini sangat familiar dan sering disajikan di setiap pesta di pedesaan sebagai makanan khas.

“Nditak matah”  kata ini diambil dari bahasa Pak-Pak Boang, pinggiran sungai, yang berarti “Kue Mentah” sesuai dengan namanya, kue ini memang tidak dimasak, hanya berbahan sagu dan manisan, dibundel berbentuk lonjong seperti bentuk telur.

Sebagai ciri khas, Nditak Matah disajikan pada saat pesta pernikahan, sunatan atau pesta adat lainnya, nditak matah sangat digemari anak-anak hingga remaja, biasanya para orang tua menyantapnya dengan kopi panas.

Nditak Matah sudah mulai menghilang dari permukaan, hampir setiap desa di Aceh Singkil tidak lagi menyajikan kue khas ini, Nditak matah hanya masa lalu, kue sederhana warisan leluhur ini sudah punah ditelan zaman.