Mi Letheg JAWA BARAT
Oleh

pdipkreatif

| 22/12/2018

Mi letheg atau Mi Lethek, adalah salah satu kuliner mie yang berasal dari Srandakan, Bantul, Yogyakarta dengan menggunakan bahan dasar tepung tapioka dan singkong. Proses produksi mie letheg masih dengan menggunakan cara yang tradisional. Sebutan letheg ini muncul karena mi letheg memiliki warna yang keruh kecoklatan dan kurang menarik, tidak seperti mi pada umumnya. Mi letheg tidak menggunakan pewarna zat kimia serta zat pengawet. Meski tanpa zat pengawet, mi lethek kering bisa awet disimpan hingga lebih tiga bulan.

Sekilas, mie ini mirip seperti sohun. Nama "letheg" sendiri yang dalam bahasa Jawa berarti kotor atau tidak bersih. Itu karena warna mie letheg memang benar-benar kusam sehingga terlihat tidak membangkitkan selera makan.

Mie ini diolah dengan cara direbus atau bisa juga  digoreng. Untuk yang  olahan rebus mie ini mempunyai rasa yang sedikit pedas bahkan ada yang pedas banget dan menyegarkan. Makanan ini akan tambah nikmat jika dilengkapi dengan suwiran ayam, seledri, atau telur rebus. Sedangkan untuk olahan goreng, rasa yang dihasilkan cenderung manis kareana tambahan kecap dimakanan ini. Mie Lethek diklaim lebih sehat karena tidak mengandung pengawet dan pemutih saat diproduksi. Alat-alat pembuatan Mie Lethek pun terbilang tradisional yakni dengan tungku besar dan biasanya ditarik menggunakan sapi untuk membuat adonannya serta  dijemur memanfaatkan sinar matahari.