Kuliner Nusantara, Jati diri bangsa JAWA BARAT
Oleh

pdipkreatif

| 23/12/2018

Hilangnya resep kuliner nusantara sekaligus menghilangkan identitas bangsa berkaitan dengan kuliner yang khas sebagai produk budaya.

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi wisata kuliner terkaya di dunia dengan 17% flora dan fauna ada di Indonesia serta lebih dari 5340 resep kulinernya. Kekayaan kuliner Indonesia merupakan keragaman tatanan nusantara turut mempengaruhi keragaman kuliner masing-masing daerah. Kuliner nusantara berbasis pangan lokal sering dijumpai tergantung lokasi daerah maupun penyebarannya di Indonesia.

Seiring waktu, besarnya pengaruh global turut serta mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya pada perubahan selera masyarakat akan cita rasa makanan. Kuliner nusantara kurang mendapat perhatian masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Fenomena ini terjadi karena pandangan terhadap "warisan tradisional" dianggap sebagai suatu kebudayaan yang ketinggalan zaman, padahal jika dicermati kandungan dan keunggulannya secara mendalam, peninggalan masa lampau memberikan informasi kepada generasi berikutnya terkait dengan kebudayaan masa lampau. Masyarakat cenderung memilih makanan Korea, Jepang, Cina, dan Barat, daripada minat terhadap kuliner nusantara. Sebagian besar kuliner nusantara disajikan di pasar-pasar tradisional dan sangat jarang rumah makan memiliki standar tertentu dalam penyajiannya. Berbeda halnya dengan kuliner yang mengadopsi resep kuliner asing.

Bangsa asing sangat bangga memiliki resep kuliner yang diwarisi sebagai kearifan lokal, bahkan resep itu dapat dipromosikan ke seluruh dunia. Berbeda halnya dengan bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman resep masakan mulai meninggalkan warisan tradisional dan mengejar resep masakan bangsa lain. Hilangnya resep kuliner nusantara sekaligus menghilangkan identitas bangsa berkaitan dengan kuliner yang khas sebagai produk budaya.

Kuliner nusantara sebagai jati diri bangsa, kini semakin pudar dari kehidupan masyarakat, walaupun masih ada beberapa masyarakat yang mengetahui resep masakan tersebut, tetapi sebagian besar resep ini diwarisi secara turun-menurun melalui pengalaman mereka secara lisan. Bangsa yang kehilangan jati diri cenderung larut dalam perkembangan globalisasi yang pengaruhnya terlihat dari gaya berpakaian, gaya berperilaku termasuk di dalamnya gaya dalam memilih menu makanan.

Arus globalisasi ini patut diimbangi dengan kearifan lokal, kuliner nusantara, sebagai jati diri bangsa. Dimana kuliner nusantara, yang apabila dikombinasikan dengan keseluruhan aneka rasa rasa bumbu, dan dikelola dengan prinsip-prinsip ekonomi kerakyatan, maka terkandung kearifan budaya yang sangat kuat. Sehingga Indonesia bisa menjadi sentralnya kuliner bercita rasa tinggi yang akan memperkokoh jati diri bangsa.